Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang solid, mencatatkan rapor hijau dalam laporan pertanggungjawaban akhir tahun. Instansi ini berhasil menyeimbangkan fungsi pelayanan publik yang masif dengan penegakan hukum yang tanpa kompromi, didukung oleh realisasi anggaran yang nyaris sempurna.

Salah satu sorotan utama adalah tren penerbitan dokumen perjalanan. Sepanjang tahun 2025, Imigrasi Surabaya menerbitkan total 106.159 paspor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98.637 di antaranya merupakan paspor elektronik (e-Paspor), menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat Surabaya dan sekitarnya terhadap kemudahan akses internasional yang ditawarkan dokumen berbasis cip tersebut.

Agus Winarto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, yang merupakan alumni Akademi Imigrasi angkatan ke-5, menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang terukur. “Kami berupaya menjaga titik temu antara kualitas pelayanan, keamanan negara melalui pengawasan, serta akuntabilitas anggaran. Capaian 2025 ini modal kami untuk terus berinovasi pada tahun mendatang,” ujar Agus.

Ketegasan di Lini Pengawasan

Di sisi keamanan, bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldak) menunjukkan ketegasan sepanjang Januari hingga Desember 2025. Sembilan terpidana berhasil diseret ke meja hijau melalui tujuh perkara pro justitia. Selain itu, langkah preventif juga dilakukan melalui 326 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), termasuk pendeportasian bagi warga asing yang terbukti melanggar aturan.

  Cuaca Ekstrem Paksa 14 Penerbangan Tujuan Bandara Internasional Juanda Dialihkan ke Empat Bandara Alternatif

Langkah tegas ini berjalan beriringan dengan pengelolaan izin tinggal. Tercatat ada 2.084 Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang diterbitkan, membuktikan tingginya aktivitas produktif ekspatriat di Jawa Timur.

Geliat di Gerbang Juanda

Kesibukan luar biasa juga terlihat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda. Hingga 30 Desember 2025, petugas Imigrasi telah memeriksa sedikitnya 2.470.856 pelintasan penumpang, baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Meskipun volume penumpang melonjak signifikan, arus perlintasan diklaim tetap lancar berkat optimalisasi personel di lapangan.

Efisiensi Anggaran yang Memukau

Dari aspek internal, manajemen keuangan Imigrasi Surabaya menunjukkan efisiensi yang patut diacungi jempol. Dari pagu efektif sebesar Rp31,5 miliar, tim berhasil menyerap anggaran sebesar Rp31.498.861.160, mencapai 99,95 persen. Sisa anggaran sebesar Rp14,5 juta bukan disebabkan oleh program yang tidak berjalan, melainkan hasil negosiasi pengadaan barang dan jasa yang lebih hemat.

Menatap tahun 2026, otoritas keimigrasian di Surabaya berjanji untuk lebih adaptif. Fokus utama tetap pada penguatan kualitas layanan yang lebih humanis, namun tetap waspada terhadap potensi pelanggaran hukum di pintu masuk negara.

50% LikesVS
50% Dislikes