Universitas Gadjah Mada (UGM) memperingati hari jadinya yang ke-76 pada Jumat (19/12/2025) dengan menegaskan kembali jati diri sebagai “Menara Air”. Konsep ini mengartikan UGM tidak sekadar menjadi menara gading akademik, melainkan institusi yang memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan dan pembangunan bangsa.
Melalui semangat Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menekankan pentingnya riset dan inovasi sebagai motor penggerak kedaulatan bangsa. “Riset dan inovasi menjadi elemen sangat penting bagi penguatan posisi pendidikan tinggi. UGM berkomitmen mempersembahkan karya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Ova dalam pidato laporan tahunan di Grha Sabha Pramana.
Peningkatan Peringkat Global dan Kontribusi Ilmuwan
Dalam setahun terakhir, UGM mencatatkan lonjakan signifikan dalam pemeringkatan internasional. Pada QS World University Rankings (WUR) 2026, UGM berhasil menembus peringkat 224 dunia, naik 15 tingkat dari tahun sebelumnya. Indikator Academic Reputation UGM pun melesat ke peringkat 134 dunia.
Pengakuan terhadap reputasi individu tenaga pendidik UGM juga kian menguat. Tercatat 14 dosen UGM masuk dalam daftar Top 2% World Scientist 2025 yang dirilis oleh Stanford University, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengabdian Masyarakat dan Tanggung Jawab Kemanusiaan
Sebagai kampus yang merakyat, UGM tetap konsisten dengan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Sepanjang tahun 2025, sebanyak 9.242 mahasiswa telah diterjunkan ke 35 provinsi di seluruh Indonesia untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat.
UGM juga menunjukkan tanggung jawab kemanusiaannya melalui pembentukan Emergency Response Unit. Saat bencana melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, UGM terlibat aktif dalam masa tanggap darurat hingga penyusunan roadmap rehabilitasi-rekonstruksi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
“UGM hadir dalam kemandirian bahan baku obat, penanganan stunting, TBC, kedaulatan pangan, hingga transisi energi yang berkeadilan,” tambah Prof. Ova, menggarisbawahi fokus UGM pada isu-isu krusial nasional.
Inklusivitas dan Kemandirian Finansial
Di tengah tantangan akses pendidikan, UGM memperkuat aspek inklusivitas. Sepanjang tahun 2025, UGM menggandeng 229 mitra penyedia beasiswa yang menjangkau 18.617 mahasiswa penerima manfaat. Kemandirian finansial juga terus dipupuk melalui optimalisasi aset dan unit usaha untuk menopang biaya operasional pendidikan serta riset.
Hingga kini, UGM telah meluluskan 410.128 alumni yang berkiprah di berbagai penjuru dunia. Peringatan Dies Natalis bertajuk “Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa” ini ditutup dengan optimisme bahwa UGM akan terus menjadi enabler pembangunan sumber daya manusia dan teknologi masa depan yang adaptif dan berdampak luas.
