Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Dompet Peduli Media Group Banjir dan Yayasan Sukma bersinergi untuk memulihkan kondisi pendidikan anak-anak korban banjir di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh, pascabencana November 2025. Inisiatif ini berfokus pada pendampingan psikososial dan penyediaan mata pelajaran yang disesuaikan dengan kondisi pascabanjir.

Kondisi pendidikan di Aceh pascabanjir November 2025 masih memerlukan perhatian serius dan pemulihan terarah. Bencana dahsyat tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu proses pembelajaran, melukai psikologi murid, dan merenggut kenyamanan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, pemulihan dunia pendidikan menjadi prioritas yang membutuhkan sumbangsih sumber daya manusia dan donasi finansial dari berbagai pihak.

Sinergi Pemulihan Pendidikan

Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menyisir daerah-daerah terdampak bencana. “Semua ini berkat donasi Dompet Kemanusiaan Media Group dan Universitas Gajah Mada,” ujar Victor kepada Media Indonesia pada Selasa (6/1).

Untuk tahap awal, sebanyak 12 relawan pendidikan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM akan diterjunkan. Mereka akan bergabung dengan sekitar 200 relawan pendidikan yang direkrut oleh Yayasan Sukma dan Media Group. Selain mengirimkan relawan, UGM juga mendonasikan biaya operasional untuk para relawan tersebut.

  BMKG Pekanbaru Ungkap 276 Titik Panas Karhutla Menyala di Sumatra, Aceh Paling Banyak Terdampak

Sebelum diterjunkan ke lokasi sekolah atau daerah terdampak banjir, ratusan relawan ini akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan teknis lapangan. Pelatihan ini dipusatkan di tiga posko koordinasi utama: Kampus Sekolah Sukma Pidie, Kampus Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, dan Kampus Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Victor Yasadhana merinci jadwal pelatihan, “Siang ini insya Allah, relawan Fisipol UGM gelombang pertama, berangkat dari Jogja sudah tiba di Aceh. Mereka akan tiba ke tiga tempat untuk memberikan pembekalan lapangan, di Bireuen tanggal 8-10 Januari 2026. Ini pelatihan tahap pertama. Untuk Lhokseumawe 11-13 Januari 2026 dan Pidie 14-16 Januari 2026. Hari ke-3 yaitu 10, 13, dan 16 Januari 2026 khusus untuk proses pengerahan relawan.”

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, menambahkan bahwa untuk wilayah Pidie, sedikitnya 78 relawan akan diturunkan. Jumlah tersebut terdiri dari 74 personel relawan pendidikan yang direkrut khusus oleh Yayasan Sukma dan Media Group, serta empat relawan dari Fisipol UGM. “Secara umum mereka memilki metode pendidikan dan masing-masing mempunyai kemampuan khusus,” tutur Marthunis Bukhari.

50% LikesVS
50% Dislikes