Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mengintensifkan upaya percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam yang melanda wilayahnya. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera memulihkan kondisi masyarakat terdampak.
Fadly Amran menjelaskan, seluruh data kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana telah dikompilasi secara menyeluruh dan diserahkan kepada pemerintah pusat. Langkah ini menjadi dasar utama bagi percepatan penyaluran bantuan.
Ia secara khusus berharap agar penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial, termasuk dana tunggu hunian (DTH), dapat direalisasikan sebelum bulan Ramadan tiba. “Kita berharap sebelum puasa bantuan ini sudah disalurkan, sehingga masyarakat terdampak bisa bertahan untuk sementara,” ujar Fadly Amran pada Jumat (16/1).
Berdasarkan data yang dihimpun Pemko Padang, tercatat lebih dari 1.100 unit rumah mengalami kerusakan. Rinciannya meliputi 550 rumah rusak berat atau hanyut, 160 rumah rusak sedang, dan sekitar 600 rumah mengalami rusak ringan.
Selain fokus pada pemulihan tempat tinggal, pemerintah kota juga mulai memikirkan strategi pemulihan ekonomi masyarakat. Ini mencakup sektor pertanian seperti sawah dan ladang, serta mata pencarian lain yang turut terdampak bencana.
Saat ini, Pemko Padang juga tengah mempersiapkan tahap groundbreaking pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga. Pembiayaan utama untuk proyek ini akan didukung oleh pemerintah pusat, dengan pembagian kewenangan pelaksanaan bersama antara pemerintah provinsi dan kota.
Fadly Amran menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam upaya pemulihan ini. “Ini adalah kerja bersama, dengan anggaran dari pemerintah pusat, agar masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak,” pungkas wali kota yang merupakan alumnus Universitas Seattle, Amerika Serikat tersebut.

