SERANG – Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menuai sambutan hangat dari masyarakat Kabupaten Lebak. Antusiasme ini terlihat saat Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, meninjau langsung dua titik hasil pembangunan jalan dan irigasi dalam rangkaian Safari Ramadan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Jalan Mulus di Pasir Haur–Cikadu, Warga: “Seperti Pakai Skincare”
Di titik pertama, ruas jalan Pasir Haur–Cikadu di Desa Malingping Utara, warga mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya perbaikan. Jalan sepanjang 1.400,8 meter dengan lebar 3 meter tersebut kini telah dilapisi aspal hotmix, menghabiskan alokasi anggaran sebesar Rp3,3 miliar.
Ade Widya (54), seorang warga setempat, menyambut kedatangan Wagub Dimyati dengan penuh kegembiraan. “Jalannya bagus dan mulus, Pak, seperti pakai skincare,” seloroh Ade.
Ade menuturkan, jalan tersebut sebelumnya rusak parah selama belasan tahun tanpa perbaikan. Kondisi lubang yang dalam dan aspal yang terkelupas kerap membahayakan pengguna jalan. “Bahkan, dulu pernah ada mobil yang kacanya pecah karena terkena lontaran batu dari kendaraan di depannya. Jalan ini sebelumnya memang belum pernah dibangun,” tambahnya, menggambarkan parahnya kondisi sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Dimyati berpesan agar warga turut menjaga ketahanan jalan. Ia menyarankan agar masyarakat tidak membuat polisi tidur secara sembarangan, melainkan memasang portal untuk membatasi kendaraan bertonase besar. “Ini untuk mencegah aksi kebut-kebutan sekaligus membatasi kendaraan dengan muatan berlebih agar umur pakai jalannya awet,” ujar Dimyati.
Peningkatan Ekonomi di Desa Cikeusik Berkat Akses Jalan Beton
Peninjauan berlanjut ke titik kedua di Desa Cikeusik. Di lokasi ini, Pemprov Banten membangun jalan beton sepanjang 1.700 meter dengan lebar 3 meter. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp3,8 miliar.
Sunarta (45), warga Desa Cikeusik, mengaku pembangunan ini sangat berdampak positif pada sektor ekonomi, terutama dalam distribusi hasil panen ke pasar. “Sebelum dibangun, jalan desa sangat susah dilalui. Kalau musim hujan, kami harus pakai sepatu bot,” ungkapnya, menyoroti kesulitan yang dialami petani sebelumnya.
Di akhir kunjungannya, Wagub Dimyati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merawat infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, program Bang Andra merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah hadir, mari kita rawat bersama hasil pembangunan jalan ini agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang,” pungkasnya.
