Ribuan warga di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih harus mengungsi setelah bencana tanah bergerak melanda wilayah tersebut selama lebih dari sepekan. Sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah dievakuasi ke delapan titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 464 rumah warga mengalami kerusakan, dengan 50 di antaranya dikategorikan rusak berat. Kondisi dinding roboh, lantai retak parah, dan bangunan miring menjadi pemandangan umum di lokasi terdampak.
Salah seorang pengungsi, Rusbad (71), mengungkapkan kekhawatirannya. “Kondisinya belum berubah masih mengkhawatirkan, kami terpaksa mengungsi demi keselamatan,” ujarnya pada Selasa (10/2/2026) pagi.
Selain permukiman, infrastruktur publik juga lumpuh. Akses jalan desa dan jalan kabupaten rusak di beberapa titik, menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik.
Bencana tanah bergerak ini diduga kuat akibat stabilitas tanah yang terganggu. Sebelumnya, kawasan perbukitan di Desa Padasari diterjang banjir bandang. Hujan deras berdurasi lama juga menyebabkan Sungai Rambut meluap, memperparah kontur tanah dan memicu pergerakan.
Pemerintah Kabupaten Tegal telah merespons cepat dengan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan logistik bagi para pengungsi serta pemantauan pergerakan tanah untuk mencegah kerusakan susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci lokasi dan demografi pengungsi. “Jumlah pengungsi terdiri atas berbagai kelompok usia dan rentan. Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan terbaru dari lapangan,” jelas Muhari.
Delapan titik pengungsian meliputi Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SD N 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara.
Muhari menambahkan, pengungsi terdiri dari 945 laki-laki, 982 perempuan, 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, serta 894 orang dewasa. “Kami memastikan tim gabungan telah bersiaga di lokasi terdampak pergerakan tanah,” pungkasnya, seraya menyebut pendampingan dan penyaluran bantuan logistik terus dilakukan.
