Seorang warga negara asing (WNA) asal China, Guo Zhenrong, menjadi korban penganiayaan dan pencurian setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 16 Februari 2026, malam, dan kini tengah diselidiki intensif oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Tawaeli, Iptu Zulham Abdillah, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat Guo Zhenrong mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport hitam bernomor polisi B 1526 JJB. Mobil tersebut menabrak sepeda motor yang terparkir di tepi Jalan Rata Lembah.

Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut kemudian berkumpul di lokasi. Sebagian dari mereka melakukan pengejaran terhadap kendaraan korban sambil melempari mobil dengan batu. Guo Zhenrong akhirnya menghentikan kendaraannya di depan Indomaret Kayumalue Ngapa, di mana ia kemudian dianiaya dan menjadi korban pencurian oleh sekelompok orang yang identitasnya belum diketahui.

Pihak kepolisian yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera bertindak cepat. Mereka mengamankan korban dan mengevakuasinya ke RSUD Madani untuk mendapatkan perawatan medis.

  MUI Kota Palu Gelar Safari Dakwah, Perkuat Pemahaman Umat Islam tentang Esensi Puasa

“Atas arahan Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, kami langsung mengamankan korban dan mengevakuasinya ke RSUD Madani untuk mendapatkan penanganan medis, karena keselamatan korban menjadi prioritas utama,” ujar Iptu Zulham Abdillah, Selasa (17/2/2026).

Akibat insiden tersebut, Guo Zhenrong mengalami luka pada bagian mulut dan giginya rontok. Ia juga kehilangan sejumlah barang berharga, termasuk telepon seluler, tas berisi dokumen penting, dan uang tunai. Di tempat kejadian, aparat kepolisian turut mengamankan uang tunai sebesar Rp2,14 juta sebagai barang bukti.

Iptu Zulham Abdillah menegaskan bahwa kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku penganiayaan dan pencurian tersebut. Ia juga menyampaikan komitmen Kapolresta Palu untuk melakukan proses penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan, dan pencarian barang milik korban yang hilang masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada pihak berwenang demi menjaga ketertiban dan kepastian hukum.

50% LikesVS
50% Dislikes