(Catatan Materi Kultum Qobla Taraweh Malam ke -24 Ramadhan)
عن جابر عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال: “إذا كان آخر ليلة من رمضان بكت السموات والأرض والملائكة مصيبة لأمة محمد عليه الصلاة والسلام، قيل يا رسول الله أي مصيبة هي؟ قال عليه الصلاة والسلام: ذهاب رمضان، فإن الدعوات فيه مستجابة والصدقات
مقبولة والحسنات مضاعفة والعذاب مدفوع.”
Artinya: Dari Jabir, dari Nabi Saw
beliau bersabda: “Apabila malam terakhir bulan Ramadhan, langit, bumi, dan para malaikat menangis sebagai musibah bagi umat Nabi Muhammad Saw.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, musibah apakah itu?” Rasulullah Saw menjawab, “Perginya Ramadhan, karena doa-doa di dalamnya dikabulkan, sedekah diterima, pahala dilipatgandakan, dan azab ditahan.” (Durratun Nasihin, hlm. 11 | Pustaka Islamiyah).
Biasanya kita menangis oleh sebab banjir, atau tanah longsor, ataupun musibah-musibah yang lain. Termasuk barangkali yang kita rasakan sebagai musibah terberat ketika kita ditinggal pergi untuk selamanya oleh keluarga ataupun orang-orang yang kita cintai.
Musibah-musibah tersebut, meskipun sangat menyakitkan bagi kita, tapi belum bisa langit, bumi dan para malaikat ikut menangis. Hanya kita dan keluarga dekat ataupun kerabat yang kadang ikut bersedih.
Tapi melihat hadits diatas, yang menangis itu langit, bumi, serta malaikat ikut menangis. Para sahabat menjadi penasaran, musibah apakah gerangan yang akan menimpa Ummat Nabi Saw, ternyata musibah itu perginya bulan Ramadhan.
Rupanya, kita Ummat ini yang ditangisi, karena ditimpa kerugian. Dengan perginya bulan Ramadhan, artinya terputus sudah peluang-peluang emas untuk memperoleh keistimewaan yang banyak yang terdapat di bulan Ramadhan.
Untuk itu agar kita tidak menyesal kelak, kita berupaya sisa Ramadhan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Mumpung kita masih dianugerahi nikmat sehat dan sempat oleh Allah Swt. Kalau Ramadhan telah pergi, maka rugilah kita yang menyia-nyiakannya.
Kelak di akhir disediakan hanya dua tempat. Sorga atau neraka. Maka beruntunglah bagi yang selama hidupnya di dunia berupaya mencari bekal untuk pulang ke akhirat.
Jangan sampai kita kalah oleh Anjing yang bernama Qitmir. Satu-satunya anjing yang akan masuk sorga adalah anjing yang pernah membersamai pemuda-pemuda Ashabul Kahfi.
Berarti kalau ada manusia yang ingkar kepada Tuhannya, tidak beriman, tidak menunaikan tugas dan kewajibannya selaku hamba Allah untuk beribadah, ia akan masuk neraka menerima siksa dan penderitaan dahsyat. Maka artinya dia kalah oleh Anjing Qitmir yang masuk sorga.
Maka kelak orang-orang yang masuk neraka akan menyesal, seperti diceritakan dipenghujung ayat dari Surah An-Naba, mereka berteriak, melolong kesakitan seraya berkata “Ya Laitanii Kuntu Turooba” Alangkah baiknya seandainya saya jadi tanah saja. Na’uzubillah.
(Malam Sabtu, 24 Ramadhan 1447 H/ 13 Maret 2026)
